Minggu, 23 Agustus 2020

Tanya Jawab Fiqih Islam Terkait Perbankkan Syariah


Dalam dunia islam fiqih menjadi salah satu sumber rujukan hukum dalam kehidupan. Ilmu fiqih sendiri mengatur berbagai aspek kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, bahkan dengan tuhannya. Adanya teknologi yang semakin maju, masyarakat dituntut untuk mengenal berbagai macam bidang. Tak jarang, masyarakat kurang memahami terkait perbankkan. Maka dari itu, biasanya masyarakat mengadakan forum untuk tanya jawab fiqih islam terkait perbankkan syariah. Dalam dunia modern perbankkan menjadi salah satu sektor penting dalam dunia perekonomian. Dalam hal ini fiqih berperan dalam hal sistemnya, yang sering disebut sebagai perbankkan syariah. Syariah diambil sebagai salah satu penanda bahwa sistem yang ada sesuai dengan prinsip-prinsip ataupun hukum-hukum islam yang berlaku. Namun perbankkan syariah tak serta merta hanya untuk masyarakat muslim namun juga masyarakat pada umumnya. 

Serba-Serbi Perbankkan Syariah
Dalam dunia perbankkan sistem yang ada menganut sistem bunga bank. Namun dalam perbankkan syariah menganut sistem bagi hasil. Dalam hal sistem sebenarnya sama halnya dengan sitem bank konvesional pada umumnya, hanya saja perbankkan syariah menghitung semuanya sesuai dengan sistem dan hukum islam. Sehingga hal ini cukup menjadi daya tarik tersendiri untuk para konsumen. Selain itu sistem bagi hasil akan menguntungkan kedua belah pihak baik konsumen maupun pihak bank sendiri. Karakteristik perbankkan syariah yakni pada sistem yang ada yaitu sistem bagi hasil. Sistem ini memberikan alternatif sistem perbankkan yang akan saling menguntungkan. Perbankkan syariah sendiri lebih mengutamakan pada aspek keadilan dalam bertransaksi. Selain itu investasi yang menggunaakan etika, mengedepankan nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam bereproduksi. Yang lebih penting lagi yakni menghindari adanya kegiatan yang menimbulkan spekulatif dalam bertransaksi. Penggunaan sistem syariah selain mendukung kegiatan keuangan dan ekonomi juga diharapkan menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Perbankkan syariah diharapkan mampu untuk lebih menguasai sektor domestik namun tetap memiliki kualitas internasional dalam pelayanannya. Sistem syariah mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, selain itu diharapkan perbankkan syariah dapat diterima masyarakat pada umumnya. Sitem ini merupakan aplikasi dari sitem ekonomi syariah yang ada dengan memperhatikan banyak hal baik sosio dan kultural indonesia. Sehingga sitem syariah dapat diterima oleh masyarakat umum tanpa memandang suku, ras dan agama. 

Eksistensi Perbankkan Syariah
Masyarakat Indonesia merupakan salah satu penganut agama Islam terbesar di dunia. Hal ini menjadi salah satu keuntungan bagi para pelaku perbankkan syariah. Eksistensi perbankkan syariah mulai melonjak, tak jarang dilakukan forum atau bahkan seminar tanya jawab fiqih islam terkait perbankkan syariah. Masyarakat muslim akan cukup tertarik dengan sistem syariah yang ditawarkan. Dimana mereka akan menghindari sistem riba dalam  bertransaksi. Sistem riba sering diidentikkan dengan dunia perbankkan swasta, sehingga adanya sistem syariah dimana menekankan pada sistem bagi hasil cukup menjadi solusi. Sebenarnya sistem yang dianut sama saja dengan perbankkan konvensional dalah hal ini bank Indonesia karena perbankkan syariah memang masih berada dibawah naungan bank Indonesia. Baik bank swasta maupun syariah akan berlomba untuk menarik konsumennya. Dengan program dan jasa yang ditawarkan diharapkan cukup memudahkan konsumen. Konsumen pada umumnya akan memilih bank yang menawarkan banyak kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Perbankkan syariah mungkin cukup diminati namun hal ini tak serta merta mengalahkan eksistensi bank swasta yang ada. Bank syariah lebih mengutamakan pada hukum islam. 


Related Posts

0 comments: