Sabtu, 12 Desember 2020

Ketahui Penyebab Kelahiran Prematur Sejak Dini

Dalam beberapa kondisi, ibu hamil mungkin harus segera melahirkan. Padahal usia kehamilan masih belum cukup serta pertumbuhan bayi dalam rahim terbilang masih belum sempurna. Kondisi ini dinamakan dengan kelahiran bayi prematur. Pasti banyak dari kita yang sering mendengar tentang bayi prematur. Namun, belum mengetahui apa sebenarnya penyebab bayi lahir prematur itu dan hal-hal apa yang harus diperhatikan kelahiran prematur itu terjadi. Berikut penjelasan mengenai bayi prematur dan penyebab-penyebab mengenai kelahiran prematur. 

Dalam KBBI, prematur berarti belum (waktunya) masak (matang), sebelum waktunya, belum cukup bulan, pradini. Bayi bisa disebut sebagai bayi prematur saat bayi dilahirkan sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Bayi yang lahir prematur, terutama yang lahir sebelum usia kandungan mencapai 32 minggu sering kali terkena beberapa masalah kesehatan. Mulai dari fisik yang kurang sempurna, imun tubuh yang lemah, bahkan sering kali terkena sejumlah penyakit seperti penyakit kuning. 

Berbagai macam faktor yang sulit untuk diprediksi terkait Penyebab Kelahiran Prematur. Namun, berdasarkan sebuah penelitian, persentase tertinggi penyebab prematur ini adalah ketuban yang pecah lebih dini. Ketuban pecah dini ini pun disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi, cedera fisik, rahim dan kantung ketuban yang terlalu teregang karena jumlah janin atau volume ketuban yang terlalu banyak, biopsi/operasi, dan lain sebagainya. 

Penyakit atau kondisi tertentu seperti diabetes, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, anemia, dan beberapa penyakit lainnya yang terjadi atau dialami pada masa kehamilan juga memiliki risiko yang besar untuk mengalami persalinan secara prematur. Selain itu, masalah yang terjadi pada plasenta seperti plasenta previa atau abruptio plasenta juga dapat menyebabkan bayi terlahir prematur. Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta tertanam terlalu dekat dengan serviks atau mulut rahim. Orang yang menderita plasenta previa rentan mengalami pendarahan yang hebat sehingga sering kali memerlukan tindakan operasi caesar.  Abruptio plasenta atau solusio plasenta merupakan kondisi ketika plasenta mulai memisahkan diri dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa sang ibu dan bayinya jika tidak segera ditangani dengan benar.

Penyebab kelahiran prematur yang lain adalah karena pendarahan, hipertensi, dinding leher rahim lemah, merokok atau menggunakan narkoba selama masa kehamilan, posisi janin yang tidak normal di dalam rahim, dan penyebab lainnya yang belum diketahui. 

Indonesia menduduki peringkat ke 5 angka kelahiran prematur tertinggi di dunia dengan 675.700 kelahiran prematur. Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh India dengan 3.519.100 kelahiran prematur. Masalah kelahiran prematur ini tidak terbatas pada negara berpenghasilan rendah saja. Negara berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat dan Brazil nyatanya masuk ke dalam peringkat 10 teratas negara dengan jumlah kelahiran prematur tertinggi di dunia. 

Di negara berpenghasilan tinggi, penyebab banyaknya angka kelahiran prematur ini terkait pada usia perempuan di sana saat memiliki anak. Kebanyakan perempuan di negara berpenghasilan tinggi menikah dan memiliki bayi di usia yang lebih tua. Peningkatan penggunaan obat kesuburan dan kelahiran kembar juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kelahiran prematur di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Sedangkan pada negara berpenghasilan rendah, faktor tingginya angka kelahiran prematur adalah karena infeksi, malaria, HIV dan tingginya tingkat kehamilan remaja. Bahkan di negara berpenghasilan rendah cenderung masih ada banyak hal yang belum bisa dijelaskan tentang penyebab kelahiran prematur ini

Selain itu juga merawat bayi setelah kelahiran dengan benar tidak kalah pentingnya dan sebaiknya Anda menggunakan produk kuntoem untuk menjaga sikecil. Produk ini sangat cocok karena memang disediakan untuk buah hati.


Related Posts

0 comments: